Kamis, 25 Juni 2015

Olahraga untuk Cepat Pintar



Jumat 01 Nov 2013

Hari ini begitu cerah, saya, Pulunk, Ansel, bersama beberapa murid ke seberang sungai, kita membuat bivak, seharian belajar dan bermain di situ. Pulunk lagi masak dengan tungku seadanya, sementara saya dan beberapa murid membuat bivak dari ranting pohon beratapkan dedaunan. Murid yang lain sedang berburu burung.

Tiba-tiba suara teriakan terdengar di pinggir sungai,”Pak guru, sini di sungai,” Teriak Adam salah satu murid di kelompok saya. Saya kemudian berlari ke sungai, sontak-terkejut melihat Adam sedang bermain duduk di atas punggung buaya Kuri mari sini, naik ke punggung buaya, kita main di sungai,” ajak Adam.

Ting,, ting.. ting… bel berbunyi keras di depan Pustu, ”buset.!!”Teriakku, ternyata saya bermimpi. Saya  bergegas mencuci muka dari air hujan. Setelah itu kedepan Pustu melihat murid-murid yang datang, mereka biasa membangunkan kita kalau kita telat bangun.Ternyata semua murid laki-laki yang datang. Mereka mengajak saya untuk main bola.”Kuri, dafanem ( Guru, cepat) mari Suda kita main bola” kata David Menja. Kita pun bergegas ke lapangan pinggir sungai. Bermain bola kaki tanpa alas kaki.

 Dalam perjalanan menuju lapangan, salah satu murid, Tadius tiba-tiba bertanya ”Pak guru, kalau kita main bola nanti kita jadi pemain bola seperti yang di televisi itu, main di lapangan luas baru banyak orang nonton?”Saya kaget. Para murid ini ternyata suka nonton pertandingan bola kaki di televisi, di kiosnya pak Herman.

Saya kemudian tidak kehabisan ide bagaimana mengaitkan olahraga dan baca-tulis mereka selama di sini ”Kita main bola, olahraga tidak selalu harus menjadi pemain bola kaki seperti di televisi, kita berolahraga untuk menyehatkan badan. Jika badan kita sehat, otak kita ikut sehat, jika sehat, kita akan cepat tahu membaca dan tahu banyak hal,” kata ku polos.

”Oke,Kuri kalau begitu kita main bola sampai sore supaya kita cepat pintar,” kata Tadius dengan semangat. Ahhh, akhirnya saya terjebak juga.”Mampuslah saya kalau main bola dari pagi sampai sore.”

Bersambung...........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar